![]() |
| Sumber Gambar: http://plasgos.info |
Bicara sepakbola, pasti tidak lepas dari hiforia yang sangat tinggi. Katanya sih sepakbola juga bisa mempersatukan masyarakat Indonesia yang besar ini. Emang benar saja, tidak salah anggapan itu. Tapi gimana jika dalam sepakbola yang kita ibaratkan "kue" ini ada terselip "bahan adonan" berbau politik?
Mungkin sudah menjadi rahasia umum politik sudah merambah ke sepakbola. Politikus sangat cerdik memanfaatkan media sepakbola yang punya potensi besar untuk meraup massa yang sangat luar biasa banyaknya. Kita tidak bisa lagi mengelak melihat kegagalan timnas kita beberapa tahun belakangan, tak lepas dari permainan politik yang sangat luar biasa. Kita bisa melihat kebelakang sebelum kita melangkah, lihat bagaimana sepakbola kita mulai hancur saat era dimana Nurdin Halid memimpin. Politik sangat berperan lebih fital di banding sejumlah prestasi yang sangat jauh menurun. Oke disini mungkin saya tidak menyalahkan bapak Nurdin Halid, tapi saya juga mengerti bahwa banyak dalang di balik itu semua.
Lupakan soal Nurdin Halid, kita sedikit maju ke kisah tragis sepakbola Indonesia. Masih ingatkah anda masalah sengketa kekuasaan PSSI? Tentu masih sangat ingat bukan? Dan masih berani gelengkan kepala jika di tanya, apakah sepakbola Indonesia bebas dari politik terselubung? Lihatlah bagaimana malunya kita PSSI nyaris di hukum oleh FIFA. Bagaimana jadinya jika kita tidak bisa ikut berpartisipasi di ajang Internasional. Apakah kita masih bisa bersatu dalam satu suara di stadion GBK dengan penuh sesak?
Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Itu masa lalu, dan sekarang saatnya kita melangkah kedepan. Hilangkan nuansa politik untuk mencari kekuasaan melalui sepakbola yang kita cintai ini. Kita sudah melihat bagaimana garuda muda U-19 juara piala AFF bahkan lolos ke piala Asia. Dan lihatlah bagaimana timas garuda muda U-23 yang awalnya kita remehkan berhasil meraih medali perak di SEA GAMES. Harapan kita hanya satu, terus maju! Jangan ada lagi rakus akan kekuasaan di sepakbola. Jangan ada partai politik dalam sepakbola!!! SEPAKBOLA BUKAN PARLEMEN!!
salam penulis OAS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar