Halaman

Trik Farhat Abas

Senin, 23 Desember 2013
Sumber Gambar: kapanlagi.com
Siapa yang tak kenal pengacara Farhat Abbas? Seorang yang sering numpang di acara selebriti stasiun stasiun tv di Indonesia ini makin gencar menjadi bahan pembicaraan publik. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak pun mengetahui siapa Farhat Abbas.

Saya ingin mengulas sejumlah trik-trik Farhat disini. Sadar atau gak sadar, (ini analisis saya "penulis") Farhat melakukan ini hanya sebagai ingin mencari popularitas semata. Sebenarnya tidak ada niatan seoarng Farhat mencampuri urusan orang. Itu secara pemikiran sehat, siapa sih yang mau cari gara-gara sama orang. Ya gak?

Dengan cara itulah seorang Farhat berhasil masuk ke dalam layar kaca televisi Indonesia. Selalu dan selalu menjadi topik hangat berita saat ini. Tapi bukankah ini cara yang sedikit aneh untuk mendapatkan popularitas? Dia ingin jadi presiden, tapi cara politik yang aneh ini menjerumuskan dia juga pada jurang kebencian masyarakat.

Oke, saya sudah melakukan survei kecil di kampus saya. Dari sepuluh orang yang saya tanya secara acak (bukan orang yang saya kenal) menyatakan bahwa Farhat Abbas tak layak menjadi seorang Presiden. Kalo di pikir secara matang benar juga sih.

Kembali lagi ke permasalahan politik aneh Farhat Abbas. Saya sempat menonton acara debat di salah satu stasiun televisi Indonesia. Dimana bahasannya mengenai Farhat Abbas yang di gugat oleh salah satu uztad keturunan Tionghoa dengan gugatan mengenai rasisme. Saya melihat bagai mana ekspresi dari Farhat. Walau saya bukan psikologi, dan kuliah saya jauh dari ilmu itu, namun orang lainpun bisa membaca ekspresi yang memberikan isyarat ketakutan. Dan di akhir acara, Farhat meminta maaf pada uztad tersebut. Dari sinilah saya mengambil kesimpulan bahwa Farhat hanya mencari sensasi (politik aneh) yang berujung hukuman pidana yang menanti dibelakangnya. haha

Intinya masyarakat sudah tahu calon pemimpin yang ideal itu seperti apa. Masyarakat Indonesia telah dewasa dalam memilih. Kita bisa menyaring bagaimana missi yang benar benar misi dan misi yang hanya dari pidato doang.

salam penulis OAS
Read more ...

Adonan Politik di Sepak Bola

Senin, 23 Desember 2013
Sumber Gambar: http://plasgos.info




Bicara sepakbola, pasti tidak lepas dari hiforia yang sangat tinggi. Katanya sih sepakbola juga bisa mempersatukan masyarakat Indonesia yang besar ini. Emang benar saja, tidak salah anggapan itu. Tapi gimana jika dalam sepakbola yang kita ibaratkan "kue" ini ada terselip "bahan adonan" berbau politik?


Mungkin sudah menjadi rahasia umum politik sudah merambah ke sepakbola. Politikus sangat cerdik memanfaatkan media sepakbola yang punya potensi besar untuk meraup massa yang sangat luar biasa banyaknya. Kita tidak bisa lagi mengelak melihat kegagalan timnas kita beberapa tahun belakangan, tak lepas dari permainan politik yang sangat luar biasa. Kita bisa melihat kebelakang sebelum kita melangkah, lihat bagaimana sepakbola kita mulai hancur saat era dimana Nurdin Halid memimpin. Politik sangat berperan lebih fital di banding sejumlah prestasi yang sangat jauh menurun. Oke disini mungkin saya tidak menyalahkan bapak Nurdin Halid, tapi saya juga mengerti bahwa banyak dalang di balik itu semua.

Lupakan soal Nurdin Halid, kita sedikit maju ke kisah tragis sepakbola Indonesia. Masih ingatkah anda masalah sengketa kekuasaan PSSI? Tentu masih sangat ingat bukan? Dan masih berani gelengkan kepala jika di tanya, apakah sepakbola Indonesia bebas dari politik terselubung? Lihatlah bagaimana malunya kita PSSI nyaris di hukum oleh FIFA. Bagaimana jadinya jika kita tidak bisa ikut berpartisipasi di ajang Internasional. Apakah kita masih bisa bersatu dalam satu suara di stadion GBK dengan penuh sesak?

Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Itu masa lalu, dan sekarang saatnya kita melangkah kedepan. Hilangkan nuansa politik untuk mencari kekuasaan melalui sepakbola yang kita cintai ini. Kita sudah melihat bagaimana garuda muda U-19 juara piala AFF bahkan lolos ke piala Asia. Dan lihatlah bagaimana timas garuda muda U-23 yang awalnya kita remehkan berhasil meraih medali perak di SEA GAMES. Harapan kita hanya satu, terus maju! Jangan ada lagi rakus akan kekuasaan di sepakbola. Jangan ada partai politik dalam sepakbola!!! SEPAKBOLA BUKAN PARLEMEN!!

salam penulis OAS
Read more ...